Mengatasi Masalah Besar Dalam Kehidupan

Menemukan Akar Masalah

Sahabat Solusi, setelah saya memerhatikan dengan saksa ternyata ketidakberkahan hidup seseorang dan kesulitan seseorang untuk hidup berbahagia adalah dikarenakan ia belum mampu menyelesaikan akar permasalahannya. Sehingga masalahnya terus saja menumpuk. Dia baru berhasil menyelesaikan permasalahannya hanya pada titik yang tampak, dia belum berhasil melihat lebih dalam, melihat akar dari permasalahannya. Nah, secara garis besar akar masalah dapat dibagi menjadi dua macam, pertama akar masalah yang bersifat hablumminallah, dan kedua akar masalah yang bersifat hablumminannas

Hablumminallah adalah hubungan kita dengan Allah Swt. Ternyata jauhnya hubungan kita dengan Allah bisa menjadi sebab utama tak pernah terselesaikannya permasalaha permasalahan hidup kita. Itu sebabnya, boleh jadi Allah hadirkan berbagai masalah itu kepada kita agar kita mau mendekat kepada-Nya, agar kita bisa diselamatkan oleh-Nya dari kehidupan yang fana dan penuh gelisah ini. Sehingga, saya memperhatikan diri saya dan beberapa orang yang saya kenal, hampir semua permasalahan yang muncul biasanya berawal dari renggangnya hubungan dengan Allah Swt. Walaupun boleh jadi mereka itu di kenal senagai orang yang baik di hadapan masyarakat

Ini pulalah yang membuat saya menyimpulkan bahwa orang baik yang tidak dekat dengan Allah, hidupnya akan sering dirundung masalah. Sedangkan orang jahat yang tidak dekat dengan Allah tentulah tidak aneh lagi, karena ialah sumber masalahnya. Maka saya menyarankan, jika Anda ingin menjadi orang baik, menjadi baiklah secara penuh, bukan hanya setengah baik. Sebab, betapa banyak orang yang "setengah baik" itu yang hidupnya tidak jelas, sebab ia tak berani mengambil sikap yang sejati dalam hidupnya. 

Kalau Anda memang ingin hidup bahagia dunia dan akhirat, dekatilah Allah. Karena Dia-lah sumber kebahagiaan itu. Jangan sekadar dekati harta, tahta, wanita dan lain sebagainya. Sebab, itu semua hanyalah ciptaan Allah. Dekatilah yang menciptakannya bukan ciptaan-Nya.

Jika Anda sudah sungguh dekat kepada Allah Swt, berbagai permasalahan Anda yang hadir justru hanya sebagai bumbu kenikmatan Anda dalam bermujahadah dan bermuraqabah kepada-Nya 

Sahabat Solusi, berikutnya yang menjadi akar masalah adalah dari jalur hablumminannas, yakni hubungan antar sesama manusia. Saya melthat dari beberapa kasus, terjadinya masalah pada seseorang adalah karena hubungannya yang tidak baik dengan ibunya. la sering kesal dengan ibunya, bahkan ia sering membicarakan kekurangan kekurangan ibunya di hadapan saudaranya, temannya, tetangganya tau lainnya. Dan ketika berbicara dengan ibunya pun ia sering dengan nada yang kesal, semi membentak.

Berterimakasihlah kepada Allah, dan berterimakasihlah kepada ibumu, maka engkau akan diterima-Nya dan dikasihi-Nya. Insya Allah.


Mungkin saja ibunya tidak kesal dan tetap ridha dengan perilaku anaknya kepadanya, tetapi Allah Swt, apakah tetap meridhai anak itu? Apakah alam semesta beserta malaikat yang mendengar dan melihat kelakuan anak itu pun membiarkan anak itu menjadi orang sukses padahal anak itu belum sukses membahagiakan ibunya sendiri? 

Berterima kasih itu penting, dan berterima kasih kepada orang yang paling berkorban untuk kehidupan kita adalah sangat penting. Setelah Nabi Muhammad Saw, menurut Anda siapa orang yang paling berjasa atas kehidupan Anda? Nah, mungkin sekali jawaban Anda adalah ibu Anda. Itu sebabnya ketika kita "gagal" membaha giakan ibu kita, sebenarnya kita tidak layak mendapatkan kesuksesan hidup di dunia maupun di akhirat. Itu sebabnya dari beberapa kasus yang saya perhatikan dan sempat saya tangani, ternyata ketidakberkahan hidup seseorang sangat tergantung dari bagaimana ia menjalin hubungan baik yang penuh terima kasih kepada ibunya 

Sahabat Solusi, bagaimana dengan Anda? Bukankah setangkai bunga mawar yang engkau berikan kepada ibumu di kala ia masih hidup jauh lebih berharga dibandingkan seribu bunga mawar yang engkau taburkan di atas pusaranya?


Tawakal Dan Ikhlaskanlah

ketidakmampuan kita dalam tawakal memang di uji mendalam mengikhlaskan diri atas perilaku siapa pun dan apa pun atas diri kita, apalagi saat kita di dalam posisi terpuruk sehingga ada ganjalan ganjalan tersebut di dalam hati kita yang kelak turut menghalangi berbagai keberkahan, yang sebenarnya tengah dihadirkan oleh Allah Swt kepada kita semua. 

Dan ketidakikhlasan itu boleh jadi hadir bukan dari manusia, tapi ia hadir dari binatang, batu, kerikil, acara televisi, duri, meja, pulpen, dan lain sebagainya. Mengapa bisa demikian?

Ikhlas dan jujur

Banyak yang mengatakan bahwa ikhlas itu mudah terutama saat kita menjalani hidup dengan penuh arti kata ikhlas lahir batin menerima apa yang ada di kehidupan kita dan mensyukuri apa yang telah kita dapat

diucapkan sulit dipraktikkan. Tentu saja saya tidak memungkiri hal itu tapi Ikhlas memang tidak mudah, itu sebabnya orang yang hidupnya ikhlas ia akan hidup mudah dan bahagia. Sebab dibalik ketidak mudahan pasti ada kemudahan Ikhlas ibarat antivirus yang harus dimiliki oleh setiap jiwa. Karena virus selalu meng-upgrade dirinya, keikhlasan kita pun harus terus ditingkatkan. 

Ikhlas sangat erat hubungannya dengan pengaruh lblis. Semakin ikhlas jiwa seseorang, Iblis yang diutus untuk meng godanya kemungkinan juga akan semakin berkualitas. Iblis dan para punggawanya paham betul bahwa mereka takkan sanggup men goda orang-orang yang ikhlasnya berkualitas.

Tapi pastinya Iblis tidak akan tinggal diam, mereka tidak menyerah begitu saja. Mereka terus meningkatkan kualitas godaannya hingga akhirnya orang itu bisa tergoda, hal ini mungkin saja terjadi jika antivirus keikhlasan yang dimiliki orang tersebut lupa belum di update.

Hikmah di balik ekstrim 

Terkadang kita justru menyerah di saat masalah yang kita hadapi menemukan solusinya. Kita menyerah di saat finish sudah di mata. Kita merasa bahwa masalah kita begitu berat, bahkan meyakini bahwa inilah masalah terberat yang pernah kita alami. Ya, itulah jawabannya. Kata "ter" sebelum "berat", berarti tidak ada lagi yang lebih berat dari ini. Artinya, setelah masa itu berlalu, masalah Anda akan semakin ringan. Sebagaimana jika Anda sudah berada di puncak tertinggi, mau tidak mau Anda harus turun. Begitu pun, jika masalah Anda sudah ada di puncaknya, nikmatilah penurunannya. Inilah hikmah dibalik puncak, atau hikmah di balik Alhamdulillah.

Sekarang, mari pelajari kondisi puncak atau kondisi ekstrem yang sering berlangsung di sekitar kita. Perhatikanlah baik-baik, bahwa ternyata ada pelajaran menarik di balik kondisi yang ekstrem. Agar pengalaman ini lebih real, saya akan ceritakan saja pengalaman saya kepada Anda ketika saya bersinergi (baca: mendidik) dengan anak-anak saya


$_$ Wassalaamm sedikit pengeditan dan penambahan sedikit cerita saya soal pengalaman saya hidup 17 tahun dan pengalaman saya menempuh hidup di dunia nyata ini :) $_$

Sebarluaskan sahabat cerita inspiratif ini :)

0 Response to "Mengatasi Masalah Besar Dalam Kehidupan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel