Gerakan Literasi di sekolah itu penting bagi pelajar

LITERASI ITU PENTING



�Bahasa merupakan cermin identitas sebuah bangsa. Bahasa meretas batas-batas geografis dengan keanekaragaman budayanya. Tanpa bahasa, tak ada wacana yang bisa diangkat, didiskusikan, dan dibumikan secara nyata. Di era globalisasi seperti saat ini, sebuah bangsa dapat menjangkau peradaban dunia melalui gerbang bahasa, yaitu kemampuan membaca dan menulis (budaya literasi). Salah satu tantangan terbesar dalam pemberdayaan bangsa ini adalah meninggalkan tradisi lisan untuk memasuki tradisi baca tulis. Bagaimanapun, era informasi telah menciptakan ruang yang luas terhadap tumbuh kembangnya media tulis. Data dari Association For the Educational Achievement (IAEA), misalnya, mencatat bahwa pada 1992 Finlandia dan Jepang sudah termasuk negara dengan tingkat membaca tertinggi di dunia. Sementara itu, dari 30 negara, Indonesia masuk pada peringkat dua dari bawah. Hasil penelitian internasional lainnya, Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2015 tentang kemampuan membaca siswa juga menyebutkan bahwa kemampuan membaca siswa di Indonesia menduduki urutan ke-69 dari 76 negara yang disurvei. Hasil itu lebih rendah dari Vietnam yang menduduki urutan ke-12 dari total negara yang disurvei. 

�Semua elemen bangsa ini harus menyadari bahwa budaya baca-tulis bangsa kita saat ini sangat rendah. Sejak era kecanggihan teknologi saat ini, maka hal yang menjadi daya tarik bagi anak-anak kita bukanlah lagi buku, namun gawai, dan televisi. Coba saja lihat di rumah kita dan lingkungan sekitar. Anak-anak merunduk bermain game atau aktif di dunia medsos melalui gawainya .

�Sudah jarang sekali membaca buku-buku baik pelajaran, komik, buku pengetahuan umum atau jenis buku apa pun. Dulu, bahan bacaan untuk anak cukup mudah dijumpai dan marak, meski didominasi dari bahan bacaan impor. Namun setidaknya cukup mendorong minat baca pada anak anak ketika itu.

�Maka dari itu, sebelum keterlambatan itu semakin menjadi bomerang untuk kita sendiri di kemudian hari, kita harus mulai membangun budaya membaca dan menanamkan kepada diri kita sendiri bahwa membaca itu penting . 

�Salah satu cara agar budaya literasi terbangun adalah dengan membangun budaya dimulai dari Sekolah. Mengapa Sekolah? Karena sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan yang berperan sangat penting bagi  pengembangan potensi sumber daya manusia. Namun harus kita akui secara jujur, bahwa secara umum kegiatan intelektual membaca dan menulis belum menjadi tradisi di sekolah. Bahkan di lingkungan sekolah yang notabene merupakan sebuah komunitas akademik, kegiatan membaca dan menulis di kalangan guru maupun siswa masih rendah. 

�Maka dari itu melalui program Kemendikbud lewat Permendikbud no 23 tahun 2015 menggagas program penumbuhan budi pekerti yang salah satu diantaranya adalah Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah program gerakan untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi membaca dan menulis bagi siswa di sekolah. Materi baca yang disarankan digunakan hendaknya berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Dan dari hal itu sekolah biasanya dapat mendukung dengan fasilitas lain atau cara lain dengan seperti berikut :

�Mengkondisikan lingkungan fisik sekolah ramah literasi, sekolah selayaknya menjadi �taman� yang didalamnya; anak-anak Indonesia mendapatkan suasana belajar yang penuh tantangan dan menyenangkan, oleh karena itu maka diharapkan lingkungan fisik disekolah perlu terlihat ramah literasi dan kondusif untuk pembelajaran.

�Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat, Sekolah sebaiknya memiliki komitmen bersama antar warga sekolah dalam menjalankan program literasi. Sekolah hendaknya memberikan alokasi waktu yang cukup banyak untuk pembelajaran literasi yang sebaiknya tercantum sebagai program wajib di sekolah salah satunya dengan menjalankan kegiatan membaca dalam hati (sustained silent reading) atau guru membacakan buku dengan nyaring selama 15 menit sebelum pelajaran berlangsung baik yang dapat dilaksanakan di masing-masing kelas ataupun kegiatan yang dikonsentrasikan dalam satu titik secara bersamaan.

�Mengupayakan Keterlibatan Lingkungan Sosial dan Masyarakat dalam Gerakan Literasi Sekolah, Lingkungan sosial dan mayarakat hendaknya dilibatkan dalam program literasi yang dibangun melalui model komunikasi dan interaksi seluruh komponen sekolah secara aktif. Ini bisa direalisasikan dalam bentuk festival buku, lomba poster, mendongeng, lomba karya cipta puisi atau essai, karnaval tokoh buku cerita, dan sebagainya. Dengan demikian, setiap orang dapat terlibat sesuai kepakaran masing-masing. 

0 Response to "Gerakan Literasi di sekolah itu penting bagi pelajar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel