10 Macam-Macam dosa besar beserta dalilnya

Peringatan 10m  - Cara Tercepat Menuju Kehancuran Dosa Besar di Dalamnya
instagram : AryaPradigya
Sahabat Solusi, Anda boleh saja gagal asalkan Anda bangkit kembali. Tetapi Anda dilarang keras melakukan Aksi 10M, karena 10M ini akan menghancurkan kehidupan Anda di dunia dan akhirat. Sikap dan perilaku 10M inilah yang membuat hidup seseorang hingga hari ini hanya berjalan di tempat atau bahkan mundur teratur dan tersungkur. Apa itu 10M? 10M adalah kependekan dari Maksiat, Malas, Meremehkan, Menunda, Minder, Mengeluh, Menyalahkan, Mencari alasan, Menyerah, dan Mengasihani. 
Instagram : Pecinta.rasulallah
Maksiat, adalah kegiatan yang secara umum menghasilkan dosa besar maupun dosa kecil. Seseorang yang berbuat maksiat membuktikan bahwa ia masih jauh dari Allah. Setiap dosa yang kita perbuat pasti akan mendapatkan hukuman dari Allah kecuali Allah punya kehendak, salah satunya adalah Allah mau saja menghapuskan dosa seseorang asalkan orang itu mau bertobat dan kemudian berbuat amal saleh. 
Instagram : Ilmu.pesantren

Firman Allah, 
"Dan barang siapa yang beriman kepada Alab dan mengerjakan amal saleh niscaya Allah akan MENGHAPUS kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kebenmumgan yang besar" 
(Q.s. at Taghabun [64]: 9)

 Malas, adalah keengganan untuk melakukan perbuatan yang baik. Termasuk keengganan untuk beribadah kepada Allah Swt Sifat malas inilah yang membuat pekerjaan yang sudah dimulai belum juga terselesaikan. Malas ini menular dengan sangat cepat. Perhatikanlah jika ada orang yang malas, bisa menyebabkan orang-orang di sekitarnya turut menjadi pemalas, padahal asli-nya mereka itu orang yang rajin. Rupanya malas ini termasuk ciri orang yang berperilaku munafik, di mana orang-orang munafik kelak akan menjadi bahan bakarnya api neraka.

Firman Allah, 

"Sesuangguhrya onang-orang muarafil itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdini untuk salat mereka berdiri dengan MALAS. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hacdarean mausia. Den tidaklah mereka menyebutAlah kecuali sedikit sekali" 

(Qs. an-Nisa? [4]: 142)

Meremehkan, adalah sebuah sikap sombong, merasa dirinya lebih hebat dari orang lain dan merasa orang lain itu kecil di hadapannya. Meremehkan atau sombong ini membuat nilai-nilai kebaikan kita menjadi hambar terasa dan orang lain yang di sekitar kita merasa kesal dengan kehadiran kita. Sikap sombong ini adalah sikap tidak menghargai kehadiran orang lain sebuah sikap yang bisa menganiaya orang lain. 

Dari lyadh Ibnu Himar Radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alayhiwa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewahyukankepadaku agar kalian merendahkan diri, sehingga tidak ada seorang pun menganiaya orang lain dan tidak ada yang bersikap SOMBONG terhadap orang lain"
(H.r. Muslim).

Sombong atau meremehkan ini termasuk dosa yang sangat besar yang ancamannya adalah neraka. 
Sabda Rasulullah Saw Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan" (H.r. Muslim).

Menunda, adalah sebuah sikap efek dari malas dan meremehkan sebuah tugas atau pekerjaan-pekerjaan baik lainnya. Kebiasaan Jangan sia-siakan waktu Anda. Ingatlah bahwa waktu adalah sumber daya yang sangat berharga, ia tak bisa diulang dan tak bisa diperbarukan lagi. Padahal saya yakin, tidak ada seorang pun di antara Anda yang haknya ingin ditunda, yang kesuksesannya ingin ditunda, yang kebahagiaannya ingin ditunda oleh Allah Swt. Nah, oleh karena itu Anda pun harusnya "tidak menunda" berbagai persyaratan menuju hak, kesuksesan, dan menunda ini membuat efektifitas seseorang berkurang dra kebahagiaan Anda

Malas dan menunda memang satu paket yang sulit dipisahkan. Maka untuk menghilangkan kebiasaan menunda Anda harus mengawalinya dengan menjadi pribadi yang bukan pemalas, Ingatlah, bahwa menunda itu termasuk perbuatan zalim, sebab bisa jadi ketika Anda menunda perbuatan baik itu, Anda sudah merusak rangkaian kebaikan yang sedang mengalir di semesta ini. 
Maka perhatikan hadis berikut, "Orang kaya yang menunda-nunda (mengulur-ulurkan waktu) pembayaran utangnya adalah kezaliman" (?.r. Bukhari).

� Minder, adalah sebuah sikap kebalikan dari meremehkan. Jika meremehkan itu merendahkan orang lain, maka minder adalah menganggap diri lebih rendah dari orang lain. Efek dari minder ini adalah tidak munculnya secara optimal kemampuan seseorang. Seseorang mungkin saja memiliki ilmu dan kecerdasan dan kecerdasannya tidak muncul secara optimal. Itu sebabnya, jika seseorang itu minder, ia sudah meremehkan Allah atas penciptaan dirinya Naudzu billahi min dzalik.

� Mengeluh, adalah sebuah sikap yang merusak keikhlasan, sehingga merusak hasil terbaik yang seharusnya bisa didapatkan. Seseorang yang bekerja diiringi umpatan dan keluhan, hampir dipastikan pekerjaan yang dilakukannya tidak akan berhasil secara optimal. Mengeluh ibarat tikus yang menggerogoti kayu di rumah Anda. Jangan pernah mengeluh, tapi ikhlaskan saja apa pun yang terjadi. Ketahuilah, jika Anda bersabar dan berlaku ikhlas lalu tak mengeluh, insya Allah di balik setiap kesulitan yang ada di hadapan Anda telah disediakan berbagai kenikmatan yang mungkin saja tak pernah Anda sangka sebelumnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, "Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sedekah (yang kita keluar kan)" (H.r. Thabrani).

Menyalahlan, adalah sebuah sikap pengecut di mana seseorang menyalahkan orang lain, padahal hal itu adalah kesalahannya Menyalahkan adalah sebuah sikap yang diakibatkan oleh gagalnya seseorang melakukan introspeksi diri. Ibarat seseorang yang di hidungnya terdapat kotoran yang sangat berbau, apa pun yang ada di sekitarnya ia sangka berbau. Semuanya bau padahal yang bau adalah dirinya. Semuanya salah, padahal kesalahan sejati berada di dalam dirinya. Itulah orang-orang yang gagal melihat kesalahan dirinya sendiri, sehingga ia memiliki kecenderungan menyalahkan orang lain. Mari kita hindari sikap pengecut dan suka menyalahkan orang lain, mulailah introspeksi diri dengan lebih baik lagi

Mencari Alasan, adalah sebuah sikap yang selaras dengan suka menyalahkan orang lain. Mencari-cari alasan ini mengakibatkan seseorang gagal belajar dari kesalahannya. Biasanya, orang yang ahli mencari alasan tidak memiliki keahlian lain yang bisa bermamfaat bagi orang lain. Para pecundang itu ahli membuat alasan, ia selalu sukses mencari berbagai alasan di balik ketidak masuk akal berarti ia bukan ahli membuat alasan. Sedang. kan para pemenang hanya membutuhkan satu jawaban, satu aksi nyata, untuk menutup mulut para pencemooh kehidupan.

Menyerah, ialah sebuah sikap tidak meneruskan apa yang telah dimulainya dan diperjuangkannya. Menyerah adalah kata mutiara bagi orang-orang yang gagal. Seorang pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menang. Jangan menyerah, jangan putus harapan, jangan pernah menjadi pecundang yang nyaris menjadi pemenang.

Ketahuilah, dalam sebuah keterangan dikatakan bahwa sekitar 90% orang yang gagal adalah orang yang hampir berhasil la berhenti di saat sebenarnya finish sudah di depan matanya. la dibutakan oleh berbagai godaan, sehingga finish yang sudah sebegitu dekatnya tidak mampu dilihatnya. Teruslah bergerak menuju impian Anda, tidak masalah berapa kali Anda gagal, Yang penting Anda bergerak untuk kembali bangkit dari kega galan. Gagal itu biasa, dan bangkit itu luar biasa 

 Mengasihani, ialah sebuah sikap yang sepertinya baik tapi tidak tepat. Perasaan kasihan itu manusiawi, tetapi janganlah Anda bertindak berdasarkan ra�a kasihan. Berbeda efek dari tindakan yang dilandasi KASIHAN dan yang dilandasi KASIH SAYANG Berbeda antara MENGASIHANI dan MENGASIHI. Bantulah orang lain atas dasar kasih sayang dan cinta kepada Allah Swt berdasarkan pengalaman penulis, jika kita membantu seseorang karena kasihan, atau karena tidak tega, maka orang yang bantu oleh penulis itu justru tidak berkembang, dan malah seperti ada kesan menggantungkan kehidupannya kepada manusia. Ya bantulah orang dengan kasih sayang, dengan sebuah sikap yang TEGAS. Tidak mengapa, walaupun sikap TEGAS anda mengesankan bahwa Anda telah menghilangkan huruf "S" dari kata TEGAS
Instagram : sufiindonesia

$$
Sekian Semoga Bermamfaat
Www.Grooknet.com
$$

0 Response to "10 Macam-Macam dosa besar beserta dalilnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel